FATWA DEWAN SYARIAH NASIONAL No: 79/DSN-MUI/III/2011 TENTANG QARDH DENGAN MENGGUNAKAN DANA NASABAH

Standar

Pertama:
Ketentuan Umum
Dalam Fatwa ini, yang dimaksud dengan:
1. Qardh adalah suatu akad penyaluran dana oleh LKS kepada nasabah sebagai utang piutang dengan ketentuan bahwa nasabah wajib mengembalikan dana tersebut kepada Lembaga Keuangan Syariah (LKS) pada waktu yang telah disepakati.
2. Dana Nasabah adalah dana yang diserahkan oleh nasabah kepada LKS dalam produk giro, tabungan atau deposito dengan menggunakan akad wadi’ah atau mudharabah sebagaimana dimaksud dalam Fatwa DSN-MUI nomor 1,2, dan 3

Kedua:
Ketentuan Penyaluran Dana Qardh dengan Dana Nasabah
1. Akad Qardh dalam LKS terdiri atas dua macam:
a. Akad Qardh yang berdiri sendiri untuk tujuan sosial semata sebagaimana dimaksud dalam Fatwa DSN-MUI/IV/2001 tentang al-Qardh, bukan sebagai sarana atau kelengkapan bagi transaksi lain dalam produk yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan;
b. Akad Qardh yang dilakukan sebagai sarana atau kelengkapan bagi transaksi lain yang menggunakan akad-akad mu’awadhah (pertukaran dan dapat bersifat komersial) dalam produk yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan.
2. Akad atau produk yang menggunakan akad qardh sebagai sarana atau kelengkapan bagi akad mu’awadhah sebagaimana dimaksud pada angka 1.b di atas, termaktub antara lain dalam:
a. Fatwa DSN-MUI Nomor: 26/DSN-MUI/III/2002 tentang Rahn Emas;
b. Fatwa DSN-MUI Nomor: 29/DSN-MUI/VI/2002 tentang Pembiayaan Pengurusan Haji Lembaga Keuangan Syariah;
c. Fatwa DSN-MUI Nomor: 31/DSN-MUI/VI/2002 tentang Pengalihan Utang;
d. Fatwa DSN-MUI Nomor: 42/DSN-MUI/V/2004 tentang Syariah Charge Card;
e. Fatwa DSN-MUI Nomor: 54/DSN-MUI/X/2006 tentang Syariah Card;
f. Fatwa DSN-MUI Nomor: 67/DSN-MUI/III/2008 tentang Anjak Piutang Syariah.
3. Akad Qardh sebagaimana dimaksud dalam angka 1.a tidak boleh menggunakan dana nasabah.
4. Akad Qardh sebagaimana dimaksud dalam angka 1.b boleh menggunakan dana nasabah.
5. Keuntungan atau pendapatan dari akad atau produk yang menggunakan mu’awadhah yang dilengkapi dengan akad Qardh sebagaimana dimaksud dalam angka 2 harus dibagikan kepada nasabah penyimpan dana sesuai akad yang dilakukan.

Fatwa DSN MUI No. 1-82 bisa diakses/didownload di http://esharianomics.com/publicantions/regulation/fatwa-mui/fatwa-dsn-mui/

Mohon maaf jika ada yang kurang lengkap, karena cukup sulit memeroleh Fatwa-Fatwa ini, meskipun saya sudah contact langsung ke sekretariat DSN MUI maupun menghubungi langsung anggota DSN MUI. Beberapa saya peroleh hardcopy dan baru proses saya scan dan/atau ketik manual.

Regards,
Ahmad Ifham Sholihin

http://eSharianomics.com

Sumber:

http://eSharianomics.com/esharianomics/regulasi/fatwa-dsn-mui/fatwa-dsn-mui-nomor-79-tentang-qardh-dengan-menggunakan-dana-nasabah/

About these ads

2 pemikiran pada “FATWA DEWAN SYARIAH NASIONAL No: 79/DSN-MUI/III/2011 TENTANG QARDH DENGAN MENGGUNAKAN DANA NASABAH

  1. Maaf ada pertanyaan diluar topic.
    saya pernah ditawari oleh marketing Gold Bullion Indonesia (GBI) tentang investasi Emas batangan yang katanya ada setifikat syariah dari DSN MUI, pertanyaan saya :
    1. ditinjau dari apanya bisnis GBI itu dikatakan syariah?
    2. Kata marketingnya legalitas PT. GBI belum ada tapi sudah dapat sertifikat dari DSN, kok bisa DSN terbitkan sertifikat? semudah itukah?
    3. Apa benar dana dari nasabah sebelum diputar dikonsultasikan dulu dengan DSN?
    4. Apakah benar setiap bulan GBI melaporkan perputaran dananya ke DSN?
    Kalau ini benar berarti marketingnya tidak bohong. .
    Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s