Bahaya Sistem Bunga dan Kegiatan Spekulatif Bagi Ummat Manusia

Oleh : Alihozi

Http://Alihozi77. blogspot. Com

Sudah banyak tinta yang digoreskan oleh para ekonom baik ekonom muslim
maupun non muslim yang mengingatkan bahaya system bunga dan kegiatan
spekulatif , akan tetapi tidak menyurutkan sebagian manusia di muka
bumi ini untuk selalu mengejar materi (harta) sebanyak-banyaknya
dengan memakai system bunga dan kegiatan-kegiatan spekulatif. Seperti
apa yang dikatakan oleh salah satu ekonom muslim kawakan yaitu Dr.Umar
Chapra dalam buku Sistem Moneter Islam, yaitu tingginya volatilitas
dari suku bunga mengakibatkan tingginya tingkat ketidakpastian dalam
financial market sehingga investor tidak berani untuk melakukan
investasi-investasi jangka panjang.

Akibat dari ketidakpastian ini menggiring pemberi pinjaman dan
penerima pinjaman lebih mempertimbangkan investasi jangka pendek, yang
pada gilirannya membuat investasi-investasi jangka pendek yang berbau
spekulatif lebih menarik, sehingga masyarakat lebih senang mengambil
keuntungan pada pasar- pasar komoditas,saham, valuta asing dan
keuangan. Keadaan tersebut membuat pasar-pasar tersebut semakin aktif
dan memanas yang merupakan salah satu penyebab ketidakstabilan ekonomi
dunia saat ini.

Padahal Allah,SWT telah berfirman di dalam Al-Qur’an:

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya meminum khamar,berjudi,
berkorban untuk berhala,mengundi nasib dg panah adalah perbuatan keji
termasuk perbuatan syaitan.Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar
kamu mendapat keberuntungan. ” ( Al-Maidah 90)

Apa yang dikatakan oleh Dr.Umar Chapra tsb di atas sekarang ini
benar-benar telah menjadi kenyataan, bila kita ikuti berita-berita di
media massa dari bulan Agustus 2007 sampai dengan tanggal 18-19
September 2008 maka akan kita lihat krisis pasar keuangan yang sedang
terjadi di AS saat ini yang berimbas kepada naiknya harga minyak dan
komoditas yang melemahkan daya beli warga dunia (termasuk warga negara
Indonesia
)

© Alihozi 23 September 2008

Krisis pasar keuangan di AS yang berawal dari krisis perumahan di AS
pada bulan Agustus 2007, dan krisis perumahan di AS ini berawal ketika
The Fed menaikkan tingkat suku bunganya, membuat para debitor KPR
harus membayar lebih banyak lagi cicilan rumahnya. Selain itu, harga
rumah juga menurun pada tahun 2006-2007 di sebagian besar wilayah AS
sehingga menyebabkan macetnya kredit dari para debitor dengan profil
gagal bayar tinggi (subprime mortgage).

Karena mengalami kerugian di sector perumahan tsb, Wall street
menggasak di bursa komoditas dan minyak. Dan aktivitas beli komoditas
semakin mengganas. Sebuah aktivitas yang mengagetkan pialang dan para
ekonom. Aktivitas-aktivitas spekulatif yang dilakukan Wall Street
merupakan praktik judi besar-besaran ala kerah putih yang memakan
korban. Korban pertamanya adalah saham-saham raksasa lembaga financial
seperti Morgan Stanley, Bear Stearn, Freddi Mac dan Lehman Brothers.
Lembaga-lembaga financial ini menjadi kolaps karena aktivitas
spekulatif yang dilakukan Wall Street tsb. (Kompas, 19-September- 2008)

Apa yang dilakukan oleh sebagian manusia di pasar keuangan (financial
market) yaitu para spekulan tsb di atas, merupakan upaya untuk terus
mencari keuntungan harta yang sebesar-besarnya dengan mengorbankan
orang lain di seluruh dunia. Manusia tsb hanyalah orang-orang yang
mengejar kebahagiaan yang semu yang tidak menyentuh hakikat
kebahagiaan, menurut ilmuwan besar muslim Ibnu Rusyd kebahagiaan
seorang manusia bukan terletak pada kekayaan hartanya tetapi hanya
bisa dicapai dengan kesehatan jiwanya dan kesehatan jiwanya hanya bisa
dicapai apabila seorang manusia itu menjalankan Al-Qur’an dan Sunnah.

Memang bisa saja seorang manusia yang mendapatkan kekayaan dengan
segala cara termasuk mengorbankan orang banyak mengatakan, “Yang
penting saya dan keluarga saya kaya raya , bisa hidup enak bukan
urusan saya orang lain jatuh miskin dan menderita “. Manusia yang
punya prinsip ini melupakan suatu hal yaitu bahwa harta itu tidak bisa
dibawa mati dan anak-anak yang mewarisi kekayaannya tsb tidak bisa
menolong sedikitpun ketika ia mengalami rasa sakit yang tidak terkira
ketika dalam proses kematian (sakaratul maut) dan pada pengadilan
akhirat nanti.

©Alihozi 23 September 2008

Banyak sudah kejadian di muka bumi ini, bukannya mendo’akan orang
tuanya yang sedang mengalami sakaratul maut atau sudah meninggal,
malah anak-anaknya memperebutkan harta warisannya dengan berkelahi
satu sama lainnya. Kalau sudah terjadi seperti ini apakah ini yang
disebut kebahagiaan, karena punya kekayaan harta yang banyak?

Padahal yang dapat meringankan proses kematian seorang manusia
(sakaratul maut) dan pengadilan di akhirat nanti selain amal ibadahnya
adalah do’a-do’a anak yang sholeh. Walaupun anak-anaknya sudah
dibekali pendidikan tinggi dan harta yang banyak , semuanya itu akan
jadi sia-sia kalau tida bisa mendo’akan orang tuanya yang sedang dalam
sakaratul maut atau telah tiada.

Mungkin tulisan saya ini yang setuju adalah hanya orang-orang yang
beriman kepada Allah,SWT dan kitab suci Al-Qur’an diluar itu seperti
orang-orang komunis dan orang-orang kapitalis/materiali s akan
menertawakan saya yang menurut mereka saya hanya menakuti-nakuti
dengan proses kematian dan pengadilan akhirat, itu adalah hak mereka
untuk percaya atau tidak.

Yang jelas adalah kematian pasti akan datang menemui setiap manusia
yang bernafas dan tidak tidak ada seorang manusiapun di kolong bumi
ini yang tahu kapan ia mati dan apa yang akan terjadi setelah kematian
menjemput karena belum ada manusia yang mati hidup lagi ke dunia ini.
Adalah suatu hal keharusan untuk mempersiapkan segala sesuatunya (amal
ibadah) untuk hidup setelah mati (akhirat). Manusia – manusia yang
tidak percaya kepada hari akhirat akan menyesal nantinya begitu sadar
ternyata ada hidup setelah mati (akhirat) dan kesadarannya itu
datangnya sudah terlambat.

Firman Allah,SWT dalam Al-Qur’an :

“Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir)
siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat
oleh kedua tangannya, dan orang kafir berkata:”Alangkah baiknya
sekiranya aku dahulu adalah tanah”(Qs:78: 40.)

Wallahu’alam

Al-Faqir

© Alihozi 23 September 2008

http://Alihozi77. blogspot. com

Tentang Neng

Sweet. Cute. Young. Smart. and It's Wrong
Pos ini dipublikasikan di Perbankan Syariah. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s