Perlunya Pengawasan Terhadap Jaminan Halal Pada Produk-Produk Syariah

Selasa, 26 Agustus 2008

Oleh: Nibrasul Huda

Menanggapi beberapa komentar mengenai halal assurance system pada perbankan syariah dan standar untuk SOP atau System Operating Procedure pada Bank-Bank Syariah sebaiknya memang ditindak lanjuti oleh Bank Indonesia selaku Bank sentral dan regulator atau pelaksana kebijakan perbankan di Indonesia. Mengingat ambisi dari Bank Indonesia dengan mencanangkan 5% target pangsa pasar perbankan syariah yang pada kenyataannya sangat tidak mungkin tercapai pada akhir 2008 ini, karena sejauh ini pangsa pasar perbankan syariah hanya berkisar di angka 2%. Percepatan pangsa pasar bank syariah semestinya diikuti dengan memperkenalkan berbagai macam produk-produk syariah yang telah ada, dan ditambah dengan inovasi produk-produk syariah yang lainnya, yang memang diciptakan untuk menarik dan meningkatkan pangsa pasar perbankan syariah.

Namun sejauh ini, tidak banyak jenis-jenis produk syariah yang ditawarkan kepada masyarakat umum. Produk-produk syariah yang telah ada juga masih belum dimengerti oleh masyarakat yang sangat awam akan sebuah konsep baru yaitu ekonomi syariah. Apa yang di maksud dengan ekonomi syariah? Sebuah sistim ekonomi yang berdasarkan prinsip-prinsip syariah dimana setiap transaksi ekonominya tidak terdapat unsur-unsur yang diharamkan seperti  Riba, Maysir dan Gharar. Riba = bunga bank, maysir = judi, gharar = ketidakpastian. Apabila pelaksanaan perbankan syariah masih terdapat salah satu dari ketiga unsur yang diharamkan tersebut maka sudah pasti bank syariah tersebut melanggar prinsip- prinsip syariah. Sekarang, bagaimana memastikan setiap Bank syariah yang beroperasi di Indonesia, sudah pasti halal cara-cara melakukan bisnis perbankan syariah dan sudah halal semua produk-produk syariahnya? Untuk itu masyarakat umum harus di perkenalkan dengan produk-produk syariah tersebut secara rinci, agar mereka sebagai nasabah atau calon nasabah dapat berperan serta untuk memantau kehalalan dari produk-produk syariah dari lembaga-lembaga keuangan syariah, seperti asuransi, perbankan dan pasar modal syariah. Selain daripada itu, semua lembaga keuangan syariah harus diperiksa dan diteliti dengan cermat, produk dan operasionalnya oleh sebuah lembaga independen yaitu Auditor Syariah. Yang harus di perhatikan oleh auditor syariah adalah:

  1. Laporan keuangan bank syariah – yang harus sesuai dengan standar accounting syariah dan memastikan tidak ada penyimpangan di dalam laporan yang berhubungan dengan akad, struktur produk-produk syariah, process dan sistim yang di gunakan.
  2. SOP- System Operating Procedures-mengelola operasional lembaga keuangan syariah harus sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.
  3. Sumber daya insani (SDI) syariah, harus berperilaku Islami dalam mengahadapi nasabahnya, DPS semesti nya ikut serta dalam process perekrutan SDI, agar dapat memotivasi calon SDI syariah agar bisa melakukan pekerjaan di lembaga keuangan syariah dengan sikap yang baik, yang sesuai dengan prinsip –prinsip syariah.
  4. DPS-Dewan Pengawas Syariah – Fatwa dari DPS harus diteliti apakah ada 2 atau lebih fatwa yang berlainan terhadap satu produk syariah yang sama, yang fatwanya dikeluarkan oleh anggota dewan pengawas syariah yang sama pula, bisa pada lembaga keuangan syariah yang sama atau yang lainnya, seperti kita ketahui satu anggota dewan syariah di Indonesia bisa bertugas pada 3-5 lembaga keuangan syariah. Kemungkinan terjadi tumpang tindih fatwa itu selalu ada.  Selanjutnya perlu diawasi apakah fatwa dari DPS yang berdomisili di kantor pusat Bank syariah sudah Konsisten di laksanakan oleh kantor-kantor cabang Bank syariah? Kalau fatwa DPS di laksanakan di kantor pusat dan tidak di lakukan di kantor cabang, karena tidak ada anggota DPS yang mengawasi di kantor cabang, bagaimana masyarakat dapat memastikan bahwa produk-produk syariah yang ditawarkan di kantor cabang sudah sesuai dengan prinsip-prinsip syariah?
  5. Struktur Produk Syariah- yang harus diperhatikan apakah struktur produk syariah sudah mematuhi dan tidak menyimpang dari prinsip-prinsip syariah. Pada lembaga keuangan syariah khususnya perbankan syariah essensi yang mendasar adalah pada struktur produk nya, dimana yang membedakan bank syariah dan bank konvensional terletak pada struktur produknya. Struktur produk adalah akad, biaya, tenor, resiko. Ketika kita bicara soal struktur produk kita berbicara mengenai akad yang di gunakan, biaya administrasi, laba bagi-hasil, waktu yang di perlukan untuk investasi atau pembiayaannya, beserta resiko dari produk syariah tersebut, yang semuanya harus sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Bank Indonesia yang sedang mencari dan mengkompilasi data tentang produk syariah di pasar international, tidak mendidik perbankan syariah untuk menciptakan inovasi produk-produk syariah tersendiri, malah terkesan perbankan syariah kita  sepertinya tidak punya ide selain daripada meniru produk–produk yang sudah beredar di pasar international. Tidak semua produk-produk international strukturnya dapat di terima di Indonesia, seperti akad bay al-inah dan bay al-Tawarruq yang masih di pandang haram oleh DSN (Dewan Syariah Nasional).

Transparansi akan produk-produk syariah sangat diperlukan agar bank syariah tidak mendapat predikat bank syariah yang tidak benar-benar syariah seperti yang dikatakan beberapa orang termasuk Menteri Agama R.I. Bank syariah harus bisa menjelaskan secara rinci produk-produk yang ditawarkannya dengan menjelaskan dasar kehalalannya dan bagaimana bank mengelola produk-produk syariahnya.

Untuk itu, pengawasan Bank syariah sebaiknya dilakukan oleh internal dan external auditor syariah. Internal auditor bertugas untuk melakukan pengawasan terhadap operasional lembaga keuangan syariah. Sementara itu Eksternal auditor bertugas untuk mengecek ulang data-data yang di berikan oleh internal auditor dan memastikan tidak ada penyimpangan yang merugikan nasabah dan bank syariah itu sendiri. Untuk eksternal syariah auditor adalah sebuah lembaga yang akan bertindak sebagai lembaga independent seperti Al-Hisbah, untuk mengawasi semua kegiatan operasional produk-produk syariah di Bank-Bank syariah, asuransi syariah dan pasar modal syariah

Suatu lembaga pengawas syariah di luar DPS yang independent bertugas untuk melakukan syariah review, yaitu analisa terhadap akad, perjanjian, regulasi, produk, transaksi dan juga laporan keuangan untuk memastikan tidak ada yang bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah. Lembaga pengawas tersebut harus diberi akses terhadap semua dokumen-dokumen penting yang berhubungan dengan semua kegiatan operasional lembaga keuangan syariah. Hasil laporan dan rekomendasi dari syariah review harus dilaporkan kepada seluruh pemegang saham pada rapat pemegang saham tahunan dari lembaga keuangan syariah tersebut.

Selain dari pada syariah review, lembaga independent yang lain di dalam lembaga keuangan syariah, yaitu dari internal control dan internal auditor harus melakukan internal syariah review, yang di lakukan oleh syariah compliance officer, yang mengawasi syariah compliance dan fatwa, instruksi, guideline yang di keluarkan oleh Dewan Pengawas Syariah di lembaga keuangan syariah tersebut. Hasil  laporan dan rekomendasi dari syariah review harus di laporkan kepada jajaran Direksi dan Management lembaga keuangan syariah agar di follow-up, untuk memastikan ada nya perubahan atau revisi pada hal-hal yang terbukti tidak sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dan untuk memastikan di kemudian hari tidak terjadi nya lagi syariah non-compliance.

Syariah review, Internal syariah review dan syariah auditing adalah suatu process yang sangat penting untuk memberi kepastian jaminan halal pada kegiatan operasional lembaga keuangan syariah dan produk-produk syariahnya.

http://www.pkesinte raktif.com/ content/view/ 2666/36/lang, en/

Tentang Neng

Sweet. Cute. Young. Smart. and It's Wrong
Pos ini dipublikasikan di Perbankan Syariah. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s