Membangun Kecerdasan Spiritual Islam Ketika Berkerja, Menuju Kesuksesan Dunia dan Akhirat (Berdasarkan Kisah Nyata)

By : alihozi

Pada suatu kesempatan waktu saat saya berceramah di sebuah bank syariah Jakarta , saya menyampaikan sebuah materi tentang Kecerdasan Spiritual Islam dalam bekerja, berikut  ini ringkasan materi ceramah saya , semoga bisa bermanfaat.

“Ada seorang karyawan bank syariah yang ramah dan baik hati, kita panggil saja ia Mas Bro. Setiap bertemu dengan siapapun Mas Bro ini dengan tulus selalu melemparkan senyum keramahan, sehingga siapapun orang yang kalau bertemu dengannya akan timbul perasaan senang di hati. Mas Bro -masih bujangan- merupakan sosok karyawan yang cerdas, rajin bekerja dan rajin beribadah, dan hari liburnya hanyalah ia habiskan sepanjang waktu untuk merawat bapaknya yang sedang terkena penyakit stroke. Dengan sabar ia selalu menemani bapaknya dan memenuhi segala keperluan bapaknya , termasuk mengajaknya berjalan – jalan dengan kursi roda, tidak pernah terdengar suaranya Mas Bro lebih tinggi dari suara bapaknya.

Pada suatu hari sepulang ia merawat bapaknya dan membesuk temannya di Rumah Sakit, ia mendapatkan telepon dari salah satu nasabahnya yang ingin memindahkan dana tabungannya dari bank konvensional ke bank syariah tempat Mas Bro bekerja, sebesar 10 milyar secara bertahap…..Subhanaallah Mas Bro mendapatkan rezeki secara tidak terduga dengan tercapainya target marketingya satu tahun dalam waktu satu hari. … “Pak Ali bukan maksud membanggakan diri, jujur saja saya tidak pernah menawarkan agar ia memindahkan dana tabungannya dari bank konvensional ke bank syariah. Saya hanya mengunjunginya beberapa kali dan itupun pembicaraan bukan penawaran produk bank syariah akan tetapi hanya berbicara seputar minat orang tsb,…. Alhamdulillah saya merasa ini balasan dari Allah karena saya berusaha menjalankan perintah Allah SWT untuk berbakti kepada ayah dan berbuat baik kepada teman yang sedang sakit,” sambil terharu menitikkan air mata Mas Bro menceritakan kisahnya tersebut.

Saudaraku seiman , kisah nyata sederhana Mas Bro di atas membuktikan kepada kita bahwa ternyata dalam bekerja untuk mencapai suatu kesuksesan , kita tidaklah bisa hanya menggunakan kecerdasan intelegensi dan kecerdasan emosional kita akan tetapi kita juga harus menggunakan kecerdasan spiritual kita yaitu dengan meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah,SWT dengan menerapkan ajaran – ajaran yang terkandung dalam Al-qur’an dan Sunnah dalam kehidupan sehari – hari. Kita sebagai manusia adalah makhluk yang lemah yang memiliki banyak keterbatasan, yang seringkali mendapatkan permasalahan yang kompleks dalam kehidupan ini dan seringkali kita merasa tidak berdaya ketika menyelesaikan semua masalah tersebut, padahal kita sudah mengerahkan semua kecerdasan intelegensi dan emosional kita, pada titik ketidakberdayaan kita inilah kita membutuhkan Kecerdasan Spiritual Islam kita, memohon pertolongan dan keridahaan Allah,SWT. Tuhan Yang Maha Kuasa dan tentu saja untuk mendapatkan pertolongan Allah,SWT tsb kita harus menjadi orang yang bertaqwa kepada Allah SWT. Dengan menggunakan kecerdasan spiritual Islam, kita tidak akan mengalami stress akan tetapi justru akan memiliki energy dan kesabaran yang luar biasa dalam menyelesaikan semua permasalahan hidup kita, seperti permasalahan – permasalahan dalam dunia kerja. Apabila pada kondisi titik ketidakberdayaan ini kita tidak segera menggunakan kecerdasan spiritual maka cepat atau lambat kita akan terkena penyakit – penyakit kejiwaan seperti stress yang akan berujung kepada penyakit – penyakit fisik.

Belajar dari Mas Bro di atas, sebenarnya Ia telah menggunakan Kecerdasan Spiritual Islamnya dalam menyelesaikan salah satu permasalahan dunia kerja yaitu pencapaian target marketing yang diberikan kepadanya, Mas Bro berusaha dengan sabar dan ikhlas menjalankan beberapa ajaran Qur’an dan Sunnah yaitu:
1. Ia rajin beribadah dan berdo’a.
2. Ia dengan tulus tersenyum kepada siapapun tanpa melihat status dan fisik orang lain.
3. Ia berbakti dengan merawat bapaknya yang sedang sakit stroke                                           4. Ia setiap berbicara dengan bapaknya selalu sabar suaranya tidak pernah lebih tingggi dari bapaknya.
5. Ia membantu temannya yang sedang sakit di rawat di RS (Bersedekah) Dan Mas Bro menggunakan kecerdasan intelegensi dan emosionalnya untuk mendapatkan dana tabungan nasabah 10 milyar tsb hanya dengan berkunjung dan berbicara seputar minat
nasabahnya, dan tidak menawarkan produk bank syariah . Kita juga bisa melihat bukti sejarah awal – awal Islam, dimana ummat Islam yang masih muda usianya tapi sudah mampu menaklukan 2 imperium raksasa pada waktu itu yaitu Imperium Romawi dan Persia karena ummat Islam pada waktu betul – betul dari pemimpinnya sampai dengan rakyat jelata menjalankan perintah Taqwa tsb. Ummat Islam pada waktu mengalahkan musuh – musuhnya selalu mendahulukan dan mengutamakan menggunakan kecerdasan
spiritual Islam sebelum menggunakan kecerdasan intelegensi dan emosional. Dengan kecerdasan spiritual ummat Islam masa itu memiliki energy yang luar biasa sehingga tidak memilik rasa takut sedikitpun terhadap musuh – musuh yang jumlahnya jauh lebih besar dan dengan persejantaan yang lebih kuat dan lengkap. Hal tersebut kita bisa buka dalam sejarah islam peristiwa – peristiwa penting Ummat Islam memenangkan berbagai pertempuran melawan musuh – musuh Islam, dari Zaman Rasulullah : Perang Badar, Perang Uhud, Perang Khandaq, Perang Khaibar, Perang Hunain, Perang Mutah, Perang Tabuk….., Zaman Abu Bakar : Perang Yarmuk dan Perang Yamamah…, Zaman Khalifah
Umar : Perang Qadisiyah dan masih banyak contoh lainnya. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an : “Wahai orang – orang beriman , Bertaqwalah kamu kepada Allah dengan sesungguhnya taqwa (Al Imran 102) “Bertaqwalah kepada Allah, ketahuilah sesungguhnya Allah bersama dengan orang – orang yang bertaqwa” (Al – Baqarah 194) “Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, Allah akan memberikannya jalan keluar dari segala kesulitan dan memberikan rezeki dari sumber yang tidak diduga” (At – Thalaq : 2- 3) Perintah Bertaqwa adalah perintah dari Allah SWT kepada hamba – hambanya yang beriman, karena Allah SWT telah mengumpulkan di dalam Sifat Taqwa itu segala kebaikan dunia dan akhirat. Kemudian disuruh pula hamba – hamba-Nya dari golongan kaum Mu’minin itu supaya bertaqwa kepada-Nya agar mereka boleh berjaya dan mencapai penghormatan yang telah disediakan di dalam Sifat Taqwa itu dari kebajikan dan kesempurnaan, juga kebahagiaan dan kemenangan, itu semata – mata sebagai rahmat dan kepada hamba – hamba-Nya dari Kaum Mu’minin. Saudaraku, dengan ketaqwaan biarlah orang lain kaya dengan harta dunia, kita kaya dengan Allah,SWT, biarlah orang lain bersukacita dengan dunia, kita berbahagia dengan Allah, biarlah orang lain bercinta kasih dengan orang yang dicintainya , kita memiliki kekasih Allah,SWT, biarlah orang lain mendekati kekuasaan dunia , kita mendekat dengan Allah niscaya kehormatan dan kemulian dunia dan akhirat akan kita raih.

Mohon Maaf Atas Segala Kekurangan.

Wallahua’lam

Tangerang , 26 Maret 2013

Alihozi

Tentang Neng

Sweet. Cute. Young. Smart. and It's Wrong
Pos ini dipublikasikan di keislaman dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s